Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Film Abduction, Awal Kehancuran Karir Taylor Lautner

Film Abduction

Film Abduction merupakan film action yang dibintangi oleh Taylor Lautner seorang warga negara Amerika. Ia dikenal dengan perannya sebagai Jacob Black di Film Twilight bersama Kristen Stewart dan Robert Pattinson.

Di film ini Taylor Lautner yang berperan sebagai Nathan Price dipasangkan dengan Lily Collins yang berperan sebagai Karen.

Sinopsis film Abduction

Awal cerita Film Abduction Ini adalah Nathan yang menyukai teman sekelasnya di SMA yaitu Karen. Pada saat itu Karen sudah memiliki pacar yang seorang mahasiswa.

Ayah Nathan sangat keras kepada Nathan sedangkan ibunya penuh dengan kasih sayang kepadanya.

Nathan sering bermimpi aneh dengan melihat seorang wanita yang dibunuh di sebuah kamar. Ia menceritakan mimpinya ini kepada seorang psikiater bernama Dr Geraldine Bennet.

Di SMA Nathan termasuk orang yang pemalu terutama terhadap seorang gadis. Hingga temannya GIll menyarankan agar Ia berbicara pada Karen.

Tiba-tiba guru Sosiologi di SMA memberikan tugas untuk membuat sebuah paper yang dikerjakan secara berkelompok. Sangat kebetulan sekali Nathan dan Karen berada dalam satu kelompok untuk mengerjakan tugas tersebut.

Mengetahui Karen akan ke rumah, Nathan yang sedang main game tiba-tiba membereskan kamar dan sok keren disana.

Fakta Mengejutkan Nathan

Permasalahan muncul pada saat pembuatan tugas sekolahnya ini, Nathan dan Karen mengunjungi website orang hilang. Tiba-tiba ada foto Nathan kecil disana yang dikabarkan hilang pada website tersebut.

Nathan langsung mencari baju masa kecilnya dan ternyata memang benar anak yang ada di website adalah dia.

Fakta mengejutkan terjadi bahwa website tersebut adalah website komplotan penjahat yang mencarinya. Sialnya Nathan malah chat dengan orang yang ada di website itu, para penjahat pun melacak keberadaan dan meretas laptopnya.

Nathan langsung berbicara kepada ibunya tentang apakah ia adalah ibu kandungnya atau bukan. Nathan terkejut karena ibunya itu memang mengakui bahwa ia bukan ibu kandung dari Nathan.

Tiba-tiba ada dua penjahat masuk ke rumah Nathan untuk menculiknya, namun kedua orang tua angkat Nathan mencoba melindunginya.

Alhasil Nathan berhasil pergi dengan Karen namun naas bagi orang tua angkat Nathan yang harus tewas pada saat itu.

Nathan dan Karen kemudian berusaha kabur, tak disangka mereka dibantu oleh Dr Geraldine. Dr Geraldine ini adalah teman dari Nathan dan salah satu anggota CIA yang bisa mereka percayai.

Ternyata bukan hanya penjahat saja yang mengincar Nathan, namun anggota CIA pun menginginkan Nathan. Tujuan menangkap Nathan adalah agar ayah Nathan yang bernama Martin datang dan menyerahkan data yang dienkripsi tersebut.

Nikola Kozlow (Michael Nyqvist) yang seorang penjahat dan mencari data tersebut terus memburu Nathan. CIA dan Kozlow saling melakukan hacking ke setiap komputer yang terhubung dengan Nathan dan Karen.

Ia terus kabur menaiki kereta namun di kereta ternyata salah satu penjahat ada di dalamnya. Pertarungan jarak dekat pun terjadi disana, Nathan berhasil membunuh penjahat itu dan membuang mayatnya dibuang keluar kereta.

Nathan datang ke apartemen ayahnya dan membawa Ponsel yang merupakan data yang dicari tersebut. Karena terus diburu Nathan akhirnya membuat pertemuan dengan Kozlow untuk memberikan file yang di enkripsi tersebut.

Percobaan Nathan Membunuh Penjahat

Mereka bertemu di tempat pertandingan American Footbal yang ramai, Nathan berniat membunuh Kozlow. Mengetahui niat Nathan, Martin ayah Nathan agar tak melakukan hal tersebut. Namun Nathan meyakini bahwa ia bisa membunuh Kozlow disana.

Naluri seorang ayah memang benar, Nathan gagal membunuh Kozlow dan Ia harus lari dari kejaran orang Rusia itu. Martin menelepon Nathan agar pergi ke parkir belakang. Nathan mempercayai apa yang diucapkan ayahnya tersebut dan membuat Kozlow mengikutinya.

Setibanya di tempat parkir, Martin sudah bersiap dengan senjata snipernya di gedung sebelah dan menembak Kazlow.

CIA datang dan ingin membawa data yang dimiliki Nathan, namun pimpinan CIA mendahului mereka dan membawa data tersebut untuk diselidiki secara independen.

Hingga akhir cerita data tersebut tidak diketahui apa isinya dan Nathan tidak bertatap langsung dengan ayah kandungnya.

Film Abduction menjadi awal hancurnya karir Taylor Lautner

Karir Taylor Lautner yang masih muda tentu menjanjikan ketika bermain di film Twilight bahkan digadang-gadang akan menjadi superstar.

Namun Taylor Lautner bergerak terlalu jauh dari peran Jacob di film twilight yang masih belum hilang di ingatan para penonton. Aktingnya dalam film ini tergolong bagus , hanya saja karakter yang dimainkannya sangatlah bertolak belakang dengannya.

Hancurnya karakter Nathan yang diperankan Lautner ini adalah:
  • Nathan yang memiliki wajah yang tampan, proporsi tubuh ideal dan juga seorang atlet menjadi karakter yang malu-malu terhadap wanita. Jelas ini adalah hal yang bertolak belakang antara sifat dan karakternya. 
  • Karakter Nathan yang malu-malu terhadap wanita itu tidak menempel di pada diri Taylor lautner. Dimana Ada adegan ciuman disana dan Nathan tak gugup dengan hal itu. Karakter Nathan di scene ini jelas tidak konsisten, bagaimana karakter asli anak dari agen CIA ini.
  • Nathan yang seorang siswa SMA bisa membunuh penjahat dan membuang penjahat tersebut keluar kereta. Nathan dengan ekspresi yang dingin seolah hal itu adalah hal biasa.
  • Film Abduction Memiliki akhir cerita yang tidak jelas. Karakter ayah Nathan yang sebenarnya tak terungkap, lalu penjahatnya yang sebenarnya itu siapa tidak jelas.

Memang film Abduction ini memiliki cerita yang menarik, namun disinilah awal kehancuran dari karir Taylor Lautner. Lautner salah mengambil keputusan untuk bergabung di film ini hingga Ia vakum film selama beberapa tahun. 

Posting Komentar

0 Komentar